KISS Band - Sabar

3 komentar
apa mule sing jodoh......
apa mule sing sarat.....
jani beli lakar ngalah
beli tusing lakar nyerah
beli lakukan ini untuk kebaikan

*semuanya telah tiyang berikan
 semuanya telah tiyang korbankan
 yening ento tusing nyidang
 ngisi mimpi keneh ayang
 semoga ini menjadi perpisahan terindah

reff
sabar sabar jani adi bebas nyalanang hidup
bebas ngalih penggantin beli

Akhirnya, " KETUM " PSSI Terpilih Juga

0 komentar

Pembukaan Kongres Luar Biasa PSSI 2011 di Solo (Arief Setiadi/GOAL.com Indonesia)Putaran kedua yang awalnya akan diikuti oleh tiga calon yaitu Agusman Effendi, Djohar Arifin Husin, dan Yapto Suryosumarno ternyata hanya diikuti oleh Agusman Effendi dan Djohar Arifin saja karena Yapto memilih untuk mundur.

Dengan demikian dalam putaran kedua, Agusman Effendi dan Djohar Arifin berduel satu lawan satu. Dan hasilnya, Djohar Arifin yang unggul di putaran pertama dengan 53 suara dapat mempertahankan bahkan menambah dukungan dan memperoleh 61 suara.

Dengan demikian Djohar Arifin Husin secara resmi menjadi ketua umum PSSI periode 2011-2015 menggantikan Nurdin Halid yang dilengserkan secara paksa karena kinerjanya dianggap tidak memuaskan. Dan patut ditunggu program-program dari ketum PSSI baru tersebut untuk memperbaiki kinerja PSSI yang selama ini selalu menjadi sorotan masyarakat.

Sementara itu, Kongres Luar Biasa PSSI masih tetap berlanjut usai istirahat dengan agenda memilih wakil ketua umum PSSI dan juga anggota komite eksekutif PSSI periode 2011-2015.


Terinspirasi Dari Kemalingan di RI

0 komentar
Sebuah helm unik yang bisa dilipat diciptakan oleh seorang warga Australia. Helm ini disebut sebagai helm lipat pertama di dunia. Dari mana ide membuat helm lipat ini datang? Setelah helmnya dicuri di Indonesia.



Sang pencipta, Jessica Dunn merupakan lulusan sekolah desain di Australia dan memberi nama helm inovatif rancangannya dengan nama Proteus.

Proses penciptaan helm ini seperti detikOto kutip dari autoevolution, Senin (30/5/2011) didapat Jessica ketika dirinya berada di Indonesia. Saat itu, Jessica dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus kehilangan helmnya. Dari situlah ide membuat helm datang.

"Saya mengendarai motor setiap hari ketika saya berkunjung ke Indonesia untuk pertukaran pelajar. Tapi saya harus membeli helm dari pinggir jalan karena helm milik saya dicuri. Akhirnya saya harus membawa helm itu setiap hari selama 5 bulan berikutnya dan saya ingin helm itu bisa ditaruh di tas punggung," ujarnya.

Hasilnya, Jessica pun menciptakan Proteus yang dikatakan akan memudahkan para pengendara atau penumpang untuk membawa helm yang dapat dilipat dan muat masuk ke dalam sebuah ransel.

Bentuk helm ini pada dasarnya sama dengan helm open face yang sudah banyak beredar. Hanya saja, Jessica merancangnya untuk bisa dilipat sedemikian rupa bila tidak sedang dipakai.

Efek PMP (Portable Music Player) Bagi Pendengaran

0 komentar
Jika kita mempunyai kebiasaan mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, ternyata bisa membuat telinga kita menjadi cedera. Kenapa seperti itu???, Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi. Berdasarkan penelitian, efek buruk datang jika menggunakan earphone selama lima jam dalam seminggu. Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga.Kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda. Saat ini mungkin dampaknya belum terlihat, namun kelak akan terasa. "Mendengarkan pemutar musik personal secara reguler dalam volume tinggi ketika muda sering kali tidak berdampak pada pendengaran. Namun, kelak kemampuan mendengar bisa menghilang," jelas salah seorang peneliti pada International Herald Tribune.

Pernyataan itu diberikan sembilan peneliti dari Committee on Emerging and Newly Identified Helat Risks. Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa risiko kehilangan pendengaran akan didapatkan di pertengahan usia 20-an.Bagaimanapun, mendengarkan musik melalui media portabel juga menimbulkan dampak lain. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, musik dapat meningkatkan risiko hilangnya pendengaran terhadap situasi sekitar.Penyebab gangguan pendengaran memang beragam. Bergantung juga pada usia seseorang. Suara terbagi atas beberapa tingkat. Suara ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 dB, sedangkan untuk anak-anak 20 sampai 40 dB. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 dB atau lebih yang masih dapat didengar manusia.

Copyright © JaMan Jani - Blogger Theme by BloggerThemes